Sistem Informasi Geografis Berbasis Web Kawasan Mega Mas Manado

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

KAWASAN MEGA MAS MANADO

 

P R O P O S A L

 

Diajukan dan dibuat untuk memenuhi Tugas Akhir

dari mata Kuliah Sistem Informasi Geografis

 

 

 

Disusun oleh :

 

  1. 1.     STIRMAN BELLA
  2. 2.     STEVEN LUMEMPOW
  3. 3.     GLEDIES MANGORE
  4. 4.     ………………………

 

 

 

 

UNIVERSITAS NEGERI MANADO

FAKULTAS TEKNIK

PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

2012

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas berkat dan perkenanNya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan proposal ini. Proposal ini disusun untuk memenuhi tugas akhir dari mata kuliah Sistem Informasi Geografis.

Selanjutnya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan sumbangan pemikiran bahkan kritik dan saran, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan proposal ini.

Akhir kata, tak ada gading yang tak retak. Begitu pula dengan penyusunan makalah ini. Untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan untuk penyempurnaan proposal ini. Dan kiranya isi dari proposal ini dapat berguna bagi para pembaca.

Tondano,       Mei 2012

Penyusun

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………………………….            i

KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………..           ii

DAFTAR ISI                                                                                                                          iii

  1. JUDUL ……………………………………………………………………………………….
  2. PENDAHULUAN ……………………………………………………………………….
  3. MAKSUD DAN TUJUAN ……………………………………………………………
  4. PROFIL KAWASAN MEGA MAS ………………………………………………
  5. PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOSPASIAL …………………
  6. KESIMPULAN ……………………………………………………………………………
  7. DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………..


 

  1. I.              JUDUL :

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS KAWASAN MEGA MAS MANADO.

  1. II.           PENDAHULUAN

Berbagai inovasi terus dilakukan sehingga muncul penemuan-penemuan baru di berbagai bidang khususnya teknologi. Kemajuan ini juga berdampak pada pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta perubahan mendasar dari perangkat keras komputer. Salah satu wujud nyata dari perkembangan TIK yang dapat dirasakan saat ini adalah internet (singkatan dari “International Networking”). Internet adalah  gabungan  dari  semua  komputer  di  dunia  yang  terhubung  melalui  media komunikasi yang tersedia saat ini. Media komunikasi tersebut antara lain saluran telepon, koneksi satelit (VSAT), fiber optic, dan radio link (wavelan).

Saat ini Internet menjadi media penyebaran informasi yang cukup efektif karena
cakupannya yang luas dan biaya yang dibebankan kepada masyarakat dalam hal mendapatkan informasi semakin murah. Pesatnya teknologi telekomunikasi dan teknologi informatika juga berdampak pada semakin banyaknya situs penyedia informasi.

Perkembangan   informasi   dan   telekomunikasi   ini   juga   menjadi   inspirasi
berkembangnya GIS melalui media internet. GIS melalui media internet, atau sering disebut  GIS  over  internet  atau  webmapping,  merupakan  perpaduan kekuatan  GIS  sebagai sebuah alat bantu yang canggih, terutama dalam menangani analisis secara keruangan, dengan kekuatan internet sebagai media penyampaian informasi yang efektif. Walaupun demikian, webmapping lebih difokuskan untuk penyampaian informasi, bukan  sebagai alat bantu analisis secara kompleks. Analisis secara kompleks dilakukan dengan
menggunakan desktop application yang memang didisain untuk melakukan analisis secara kompleks dan rumit. Contoh-contoh aplikasi dan perangkat lunak SIG berbasis internet  adalah:  Google  Maps,  Google  Earth,  Yahoo  Maps,  Multimap,  MapServer, GeoServer, ALOV, ArcIMS, GeoTools dll.

  1. III.        MAKSUD DAN TUJUAN

Adapun yang menjadi maksud dan tujuan dari pembuatan sistem informasi geografis ini adalah :

1)

2)

3)

4)

5)

  1. IV.        PROFIL KAWASAN MEGA MAS

Kawasan Megamas merupakan suatu kawasan reklamasi pantai seluas 36 Ha, yang dibangun dan kemudian dikembangkan oleh PT.Megasurya Nusalestari. Dari sejarahnya proses reklamasi sendiri dimulai tahun 1996, namun sempat terhenti pada tahun 1998 dikarenakan Krisis Moneter yang terjadi pada tahun itu. Kemudian diteruskan kembali pada tahun 1999. Konsep dari Kawasan Megamas adalah Kawasan Bisnis dan Pariwisata terpadu. Maka dari itu telah hadir di Kawasan Megamas Manado ini Pertokoan, Mall, dan lain-lain.

Berikut ini merupakan peta Kawasan Mega Mas :

  1. 1.      Pertokoan

Pembangunan pertokoan dimulai pada tahun 2000. Sampai saat ini telah hadir di dalam Kawasan Megamas ini ratusan unit toko yang terdiri dari 4 tipe toko yang dibedakan dari luas dan gaya bangunannya, yaitu Mega Style, Mega Profit, Mega Bright, dan Mega Smart. Dari sekian banyak unit toko yang telah dibangun ini sekitar 90% diantaranya sudah laku terjual. Tidak hanya sampai di situ saja, pembangunan ratusan unit toko lagi menunggu untuk dibangun. Pertokoan di Kawasan Megamas sudah menjadi pertokoan yang bergengsi, dikarenakan kualitas bangunan yang memang kami pilih dengan spesifikasi yang cukup tinggi, terlebih yang menyangkut konstruksi dan keselamatan, di samping itu juga lokasi pertokoan yang sangat strategis, tepat terletak di kawasan BoB (Boulevard on Business), dan yang tidak kalah pentingnya adalah nilai investasi dari pertokoan itu sendiri yang terus meningkat.Singkat kata, suatu keputusan yang sangat tepat membeli toko di Kawasan Megamas Manado.

  1. Mega Style

Mega style merupakan area banking dan pertokoan gaya hidup. Dimana terdapat user : Bank Permata, BNI, BII, OCBC NISP, Bank Mandiri, Bank Bukopin, Bank Sinarmas, Bank Lippo, Bank Ekonomi, Bank Syariah Mandiri, PNM, Trikomsel, Telkomsel, XL Shop, Indosat, Manulife, Batavia Air, Pegadaian, Inul Viesta, dan lain-lain.

  1. Mega bright

Mega bright merupakan kompleks pertokoan suku cadang & mix, dimana terdapat user : Sumber Motor, Sentosa Jaya Motor, ANJ Finance, Propan, Benua Elektronik, PT.SAS, dan lain-lain.

  1. Mega profit

Mega profit merupakan pertokoan multiguna, dimana terdapat  user : PT.Great Power Computer, Axel Computer, Apotik Hidup Sehat, Dunia Sepeda, Nokia, dan lain-lain

  1. Mega Smart

Mega smart merupakan pertokoan multiguna, dimana terdapat users : Cambridge pre-school, Motorola Authorized, Sony Ericson, Mobile 8, Telkomsel, Bakrie Insurance, Allianz, Notaris, Bursa Efek, Alia Travel, Nuga Best, Holland Martabucks, PT.Mitra Dana Perkasa, PT.Surya Citra Teknik, PT.Jaya Abadi, CV.Millenium Kawanua, dan lain-lain

  1. 2.      Mall

Guna menunjang denyut bisnis dari pertokoan di Kawasan Megamas ini, maka kami dihadirkan MEGAMALL, yang merupakan mall Pertama di Manado. Megamall sendiri sudah berdiri sejak tahun 2004. Dengan berdirinya Megamall ini, harus diakui mengubah gaya hidup masyarakat Manado dan sekitarnya secara signifikan. Beberapa tenant ternama telah hadir di Megamall Manado, beberapa di antaranya adalah Matahari, Gelael, Bread Talk, Excelso, Solaria, A&W, Pizza Hut, KFC, Texas, Optic Seis, Optic Melawai, Giordano, Everbest, Rotelli, C&F Perfumery, Naughty, Bata, Amazon, Karisma, Planet Surf dan masih banyak lagi.

 

  1. 3.      Entertaintment

Kawasan Mega Mas juga mempunyai solusi untuk melepas penat setelah seharian konsentrasi kita terkuras dalam bisnis, yaitu Ha-Ha One Stop Entertaintment, yang terletak di lantai Roof Top 1 (R1) dan Roof Top2 (R2) Megamall. Ini disebut konsep One Stop entertaintment karena memang di sini entertaintment terlengkap di Manado. Ha-Ha Entertaintment sendiri menyajikan Ha-Ha Cafe yang merupakan The Most Prestigious Cozy Place in Manado. Ha-Ha Cafe ini merupakan cafe terbesar dan dilengkapi dengan sound system terbaik di Manado. Di samping Ha-Ha Cafe, ada juga Ha-Ha Bowling and Roller Blade untuk menampung para Bowler Manado dan komunitas Roller Blader di Kota Tinutuan ini. Tidak hanya Ha-Ha Cafe dan Ha-Ha Bowling and Roller Blade saja, masih ada lagi entertaintment yaitu Ha-Ha Billiard, banyak pebilliar profesional Manado unjuk kemampuan di arena Ha-Ha Billiard ini. Bagi yang mau bersantai sambil menyantap hidangan bisa mampir ke Ha-Ha Coffe Shop and Resto.

  1. 4.      Trade Centre

Seiring dengan semakin berkembangnya bisnis di Manado, maka untuk semakin memperkokoh Kawasan Megamas sebagai Kawasan Bisnis, maka telah dihadirkan Mega Trade Centre. Berdiri di atas lahan seluas 12.275 m2 dan luas bangunan hingga 69.058,55 m2, MTC menjadi Pusat Perdagangan Grosir dan Retail terlengkap, dan merupakan konsep Trade Centre pertama di Manado. Mega Trade Centre ini akan dilengkapi dengan Gedung Parkir, jadi lantai parkir dapat kita jumpai di setiap lantainya. Konsep Gedung Parkir ini merupakan konsep yang Pertama di Manado. Dengan pembangunan Gedung Parkir ini membuktikan kawasan Mega Mas untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk pengunjung maupun pemilik toko di Mega Trade Centre ini. Di atas Mega Trade Centre ini juga dihadirkan Apartemen, yang lagi-lagi merupakan apartemen pertama di Manado. Apartemen ini mempunyai view Teluk Manado yang sangat indah. MTC juga terdapat beberapa tenants, seperti : Solaria, A&W, KFC, Yoppie Salon, dan lain-lain.

 

  1. 5.      Fasilitas Umum

Sudah menjadi suatu keharusan bagi kami selaku pengembang Kawasan Megamas untuk memberikan Fasilitas Umum yang memadai untuk mendukung Kawasan Bisnis dan Terpadu ini. Dimulai dengan tersedianya Sistem Pemadam Kebakaran yang paling handal dengan mempersiapkan titik-titik Hydrant di Setiap Blok Pertokoan dan didukung dengan 2 unit mobil Pemadam Kebakaran yang selalu standby. Kemudian, hanya ada di Kawasan Megamas suplai listrik hampir 24 jam, karena di back-up dengan Genset berkapasitas 4,5MW dan pada pertengahan tahun ini ditingkatkan lagi menjadi 8,5MW untuk mensuplai seluruh Kawasan Megamas.Rasa aman dari penghuni Kawasan Megamas sudah menjadi hal mutlak yang tidak dapat ditawar lagi, oleh sebab itu pengelolaan team Security selama 24 jam mengawal Kawasan Megamas ini sehingga menjadi Kawasan paling aman di Manado. Kebersihan juga sudah menjadi ciri tersendiri dari Kawasan Megamas ini, dengan adanya Tim Kebersihan dari Megamas ini, pada saat masyarakat terlelap mereka membersihkan halaman para pemilik toko yang berada di Kawasan Megamas. Kawasan Megamas menyediakan akses jalan yang cukup lebar, sekitar 15 meter.

Beberapa fasilitas lain yang berada di kawasan Mega Mas antara lain :

  1. Megamas futsal

Megamas Futsal hadir sebagai yang pertama di Manado dan hingga saat ini menjadi barometer sportainment di kota Manado. Megamas Futsal berhasil menarik minat masyarakat Manado mulai dari pelajar, mahasiswa, executive muda hingga pengusaha.

  1. Multimart

Department Store yang menyediakan sarana belanja lengkap & nyaman di Manado, karena dilengkapi dengan Supermarket Multimart yang luas & murah, Perlengkapan Busana anak hingga dewasa, serta deretan Cafe Resto yang sayang untuk dilewatkan. Juga adanya program hadiah langsung tanpa diundi bagi pengumpul point belanja terbanyak bagi pembelanjaan di Multimart Dept.Store.

  1. D’terrace cafe

Cafe Resto bergaya etnik minimalis yang berdiri di area Utara Kawasan Megamas, menawarkan sensasi makan yang sungguh menggoda. Dengan interior cantik, view laut dan sepoi-sepoi angin yang berhembus, membuat kita enggan beranjak dari situ. Menu makanan & minumannya pun cukup menggiurkan, ayam rica-rica, paket tude bakar, pisang balut keju, peppermint tea, dan masih banyak lagi.

  1. Inul vizta karaoke

Kawasan Megamas Manado semakin lengkap saja dengan hadirnya karaoke ternama, Inul Vizta. Terletak di Mega Style-Kawasan Megamas Manado, Inul Vizta memberikan kemudahan bagi para penghuni & pengunjung setia Megamas yang hobi berkaraoke. Mulai Beroperasi pada bulan Mei 2009, Inul Vizta langsung menyedot banyak pengunjung.

  1. Gokart boulevard

Sebuah arena balap telah hadir melengkapi sarana sport di kawasan Megamas, sebuah arena untuk tempat latihan dan perlombaan balapan anak-anak muda Manado dalam mengekspresikan hobinya di dunia balap Gokart. Merupakan satu-satunya arena balap gokart yang ada di Manado dan Sulawesi Utara.

  1. Atm Galery

Selain fasilitas perbankan, tersedia ATM Gallery di 2 lokasi yaitu di area Mega Mall dan di area Kawasan, sebagai berikut : ATM BCA, Mandiri, Danamon, BNI, BRI, Bank Sulut

  1. Bank

Sebagai Kawasan Seribu Pengusaha, Kawasan Megamas Manado menyediakan fasilitas penunjang usaha bagi para tenant dan mitra usahanya berupa kehadiran 12 Bank, sbb: Bank Mega, Bank Sinar Mas, Bank Mandiri, Bank Permata, Bank Lippo, OCBC NISP, BNI’ 46, Bank Ekonomi, Bank Mayapada, Bank International Indonesia, Bank Syariah, Mandiri, Bank CommonWealth, dan Bank Bukopin.

Terdapat juga fasilitas-fasilitas lain, diantaranya :

  1. V.           PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOSPASIAL
    1. A.    Definisi Sistem Informasi Geospasial

Sistem  Informasi  Geospasial  atau  juga  dikenal  sebagai  Sistem  Informasi Geografis (SIG) mulai dikenal pada awal tahun 1980-an. SIG adalah suatu sistem untuk memperoleh, menyimpan, menganalisa  dan  mengelola data spasial beserta data atribut terkait yang secara keruangan direferensikan pada bumi.

Dangermond(1992) mendefinisikan SIG sebagai kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi dan personil yang didisain untuk   memperoleh,   menyimpan,   memperbaiki,   memanipulasi,   menganalisis   dan menampilkan semua bentuk informasi yang bereferensi geografi. Sedangkan menurut Aronoff, (1989) SIG adalah serangkaian prosedur baik dengan komputer maupun manual yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi data bereferensi geografis
atau data geospasial.

Pengertian SIG dapat beragam tetapi mempunyai satu kesamaan, yaitu bahwa
SIG adalah suatu sistem yang berkaitan dengan informasi geografis (Maguire, 1991 dalam Subaryono 2005). Dalam arti yang lebih sempit, SIG merupakan suatu sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan dan menganalisis obyek-obyek dan fenomena-fenomena dengan lokasi geografis merupakan karakteristik yang penting untuk dianalisis.

  1. B.     Perancangan dan Aplikasi Sistem Informasi Geospasial

Untuk   dapat   beroperasi   SIG   membutuhkan   perangkat   keras         (hardware),

perangkat lunak (software) dan juga manusia yang mengoperasikannya (brainware). Secara rinci SIG tersebut agar dapat beroperasi membutuhkan komponen-komponen sebagai berikut:

  • Orang : yang menjalankan sistem
  • Aplikasi : prosedur-prosedur yang digunakan untuk mengolah data
  • Data : informasi yang dibutuhkan dan diolah dalam aplikasi
  • Software : perangkat lunak SIG
  • Hardware : perangkat keras yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem Tahap-tahap dalam membuat SIG meliputi :

1)      Data Acquisition: proses identifikasi dan pengumpulan data yang diperlukan dalam aplikasi.

2)      Pre-processing: konversi format data dan identifikasi lokasi obyek pada data aslinya secara sistematis.

3)      Data Management: metode yang konsisten untuk pemasukan data, pengubahan data, dan pemanggilan kembali.

4)      Manipulation dan Analysis: operasi-operasi analitis yang menggunakan database SIG untuk menghasilkan informasi baru.

5)      Product Generation: produksi output akhir dari SIG.

Ada tiga jenis fitur geografis, yaitu point/titik, line/garis, dan polygon/luasan. Point/titik adalah lokasi diskrit yang biasanya digambarkan sebagai symbol atau label. Point biasanya juga digunakan untuk menggambarkan lokasi yang tidak mempunyai luasan seperti titik tinggi atau puncak gunung. Line atau arc/garis adalah fitur yang dibentuk oleh
sekumpulan koordinat yang saling berhubungan. Point menggambarkan fitur linier di peta yang terlalu sempit untuk digambarkan sebagai luasan seperti sungai,  jalan, garis kontur dll.  Polygon/luasan (area)   adalah   fitur   yang   dibentuk   dari   garis   yang   tertutup menggambarkan suatu area yang homogen seperti batas negara, kecamatan, danau dll.

Data yang digunakan dalam SIG adalah data geografis. Data geografis adalah data yang menjelaskan obyek-obyek yang dapat dikaitkan dengan lokasi geografis. Data geografis meliputi  data spatial dan data atribut. Data spatial merupakan data yang berkaitan  dengan  lokasi,  bentuk  dan  hubungan  dengan  obyek-obyek  lainnya  di permukaan bumi sehingga disebut juga data geospasial (geo=bumi). Sumber data untuk SIG diantaranya peta topografi, peta tematik, foto udara, Citra satelit, data statistic, data pengukuran GPS, survei dan pemetaan langsung di lapangan.

Karena SIG merupakan suatu sistem yang berbasiskan komputer, maka data yang digunakan harus dalam bentuk digital. Data yang masih dalam bentuk hardcopy harus dikonversi terlebih dahulu menjadi bentuk digital. Bentuk digital untuk data spasial umumnya dapat disusun dalam dua macam struktur data yang berbeda, yaitu: vektor dan raster.

–          Struktur Data Vektor

Dalam struktur data vektor, obyek atau fitur titik, garis, dan luasan dikelola dan direpresentasikan dalam rangkaian titik-titik koordinat. Sebuah titik direkam sebagai sepasang koordinat (X, Y), suatu garis merupakan rangkaian  pasangan koordinat, sedangkan luasan (area) merupakan rangkaian garis yang menutup di titik yang sama dan membentuk batas suatu luasan. Penampilan peta digital yang disusun dalam struktur data vektor terlihat seperti pada peta tradisional/konvensional.

–          Struktur Data Raster

Dalam bentuk yang sederhana, struktur data raster terdiri atas sel-sel bujur sangkar atau kotak segi empat yang biasa disebut pixel (picture element). Lokasi tiap pixel ditentukan dari nomor baris dan kolom. Setiap pixel memiliki nilai (value) sebagai indikasi nilai atribut yang diwakilinya. Contoh peta digital yang disusun dalam struktur data raster: peta/foto hasil scanning, citra satelit.

  1. C.    Software SIG

Dalam pembuatan SIG di perlukan software yang menyediakan fungsi tool yang mampu melakukan penyimpanan data, analisis dan menampilkan informasi geografis.

Dengan demikian, elemen yang harus terdapat dalam komponen software SIG adalah:

  • Tool untuk melakukan input dan transformasi data geografis
  • Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)
  • Tool yang mendukung query geografis, analisa dan visualisasi
  • Graphical User Interface (GUI) untuk memudahkan akses pada tool geografi.

Ada banyak software aplikasi SIG yang ditawarkan dengan berbagai merek, yang komersial misalnya: Arc/Info, ArcView, ArcGIS, Map Info, TNT Mips (tersedia untuk MacOS, Windows, Unix, Linux), yang non komersial (open source) seperti: GRASS (Geographic Resources Analysis Support System), GDAL (Geospatial Data Abstraction Library), PROJ4, OSSIM (Open Source Software Image Map) dan MapServer. Google Maps  API  adalah  salah  satu  perangkat  yang  dikembangkan  Google  untuk  bisa membangun SIG berbasis internet.

  1. D.    Aplikasi SIG

Kebutuhan akan informasi geospasial tidak hanya berupa peta saja melainkan
juga dalam bentuk SIG. Dengan SIG, integrasi peta dengan database memungkinkan suatu peta dapat ditampilkan secara dinamis, interaktif, informatif dan komunikatif. Tidak seperti peta kertas yang menampilkan gambar statis dan informasi yang terbatas, penampilan peta dengan SIG  lebih bersifat fleksibel dimana pengguna dapat melakukan
interaksi dengan peta secara langsung untuk mendapatkan informasi sesuai kebutuhan.

Sebagai   penyedia   informasi,   SIG   sering   digunakan   untuk   pengambilan keputusan dalam suatu perencanaan. Dengan menggunakan SIG maka akan lebih mudah bagi para pengambil keputusan untuk menganalisa data yang ada. Sekarang ini, sebagian besar kegiatan pembangunan tidak lepas dari penggunaan Sistem Informasi Geospasial. Berikut ini adalah beberapa contoh aplikasi SIG :

1)      SIG berbasis jaringan jalan: pencarian lokasi (alamat), manajemen jalur lalu lintas, analisis lokasi (misal pemilihan lokasi halte bus, terminal, dll), evakuasi (bencana). 2. SIG berbasis sumberdaya (zona): pengelolaan sungai, tempat rekreasi, genangan banjir,  tanah  pertanian,  hutan,  margasatwa,  dsb.,  pencarian  lokasi  buangan         limbah, analisis migrasi satwa, analisis dampak lingkungan.

2)      SIG berbasis persil tanah: pembagian wilayah, pendaftaran tanah, pajak (tanah, bangunan),  alokasi  tanah/pencarian  tanah,  manajeman  kualitas  air,  analisis dampak lingkungan.

3)      SIG berbasis manajemen fasilitas: lokasi pipa bawah tanah, keseimbangan beban listrik, perencanaan pemeliharaan fasilitas, deteksi penggunaan energi.

  1. VI.             KESIMPULAN
  1. VII.          DAFTAR PUSTAKA

Gunarso, P., et. al , 2003, “Modul Pelatihan Dasar-dasar Pengelolaan Data dan Sistem       Informasi Geografis”, Malinau Research Forest, alinau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s